Tag Archives: Industrial Engineering

Trust Me, I’m an “Industrial Engineer”

What my friends think I do? What my parents think I do? What society thinks I do? What other Engineers think I do? What I think I do? What I really do? Lanjutkan membaca


STM 80 Tangerang: Sebuah Tulisan dari Seorang Alumni

Angka jam disebelah kiri layar monitor menunjukan pukul 09.10 malam. Di Sabtu malam yang dihiasi suara rintik hujan ini, saya sedang  menderita kegalauan. Bukan karena tidak bisa ngapel (lagian juga mau ngapelin siapa), tapi besok saya harus kuliah terakhir di semester ini, sementara di waktu yang sama akan berlangsung reuni akbar STM 80 Tangerang. Lanjutkan membaca


Catatan Industrial Engineer III: Novus Ordo Seclorum

Di sini pabrik sudah seperti mall. Memasuki gerbang, anda akan berhadapan dengan gedung lebar berlantai tiga. Ini gedung perkantoran. Didominasi dinding-dinding kaca dan warna putih metalik pada tiang-tiang penyangganya, lengkap dengan taman dan air mancur didepannya. Dibagian belakang, gedung ini mengekspos tangga-tangga, terutama empat jembatan yang menghubungkannya dengan dua gedung produksi utama berlantai dua. Nampaknya ada sentuhan Bauhaus Lanjutkan membaca


Catatan Industrial Engineer II: Perihal Mata Kuliah Tidak Penting

Selepas lonceng pabrik berdentang, aku dan anggota staff lainnya sudah duduk di depan layar komputer. Ada yang melanjutkan pekerjaan yang tertunda kemarin sore, ada yang membuka email, dan ada yang mereview pekerjaan. Beberapa meter disebelah kiriku terdapat ruangan kecil yang tembus pandang. Di sana terlihat Si Boss sedang mengumpulkan beberapa seniorku. Entah apa yang mereka bicarakan. Lanjutkan membaca


Catatan Industrial Engineer I: Awal Masa Training

Mulai 10 Mei 2010, aku harus terbiasa bangun tidur setiap jam 3.30 pagi (lebih tepatnya jam 4 pagi; 30 menit untuk “allowance”!). Biasanya pada jam ini, orang tuaku baru pulang belanja dari Pasar Serpong. Aku bangun tidur bukan untuk membantu merapihkan belanjaan. Kali ini, aku harus bangun tidur sepagi buta itu karena aku punya pekerjaan baru. Jam 6.45 pagi, aku harus sudah ada di depan gerbang sebuah manufaktur di kawasan industri Cikupa Lanjutkan membaca