Category Archives: Toyota Production System

Pros & Cons dari Sistem Push dan Pull

Baru-baru ini, saya melihat lagi pertanyaan tentang mana yang terbaik antara sistem produksi push dan pull. Pertanyaan dalam bentuk polling ini diajukan oleh Dhiraj Bhanushali, seorang manajer marketing IQPC Asia, dalam grup LinkedIn: Lean Six Sigma. Selama sembilan hari, polling telah menyedot 196 voter dan 74 komentar Lanjutkan membaca

Iklan

Maintenance adalah Cost Center?

Maintenance biasanya diasosiasikan secara negatif, tentang mesin rusak, perbaikan yang berbau pesimis dan negatif. Padahal secara harfiah maintenance adalah “perawatan” atau “pemeliharaan”, yaitu aktivitas yang dilakukan untuk menjaga segala sesuatu berjalan pada kondisi selayaknya (Bagadia, 2008, p. 1).

Budget maintenance biasanya sekitar 30-50% dari operational cost, tergantung jenis industrinya, mulai dari investasi peralatan sampai dengan manpower. Pembagiannya tergantung jumlah plant/equipment yang dimiliki perusahaan.

Lanjutkan membaca


Model Lean Manufaktur pada Industri Sepatu

Kalau anda pernah melewati pabrik sepatu ketika jam pulang kerja, anda akan melihat bis-bis karyawan dan angkutan-angkutan umum penuh dengan jejalan buruh-buruh perempuan, hampir dapat dipastikan jumlahnya mencapai  belasan ribu orang.  Dulu, aku berpikir apakah mungkin menciptakan kondisi pabrik sepatu yang lean/ramping dalam hal jumlah tenaga kerja, terutama di pabrik sepatu olahraga yang  dalam proses produksinya masih mengandalkan pekerjaan tangan?

Lanjutkan membaca


OEE Sample Calculations

OEE is a simple performance measure for showing where the biggest time losses are during production.  A few days ago I’ve posted an article about OEE and how to use it to analyze the six big losses and our overall efficiency (see Tentang OEE Overall Equipment Effectiveness). Now, I want to give you a sample problem and this is just sharing my own class exercise. Lanjutkan membaca


Tentang OEE (Overall Equipment Effectiveness)

Baru-baru ini, saya kembali mempelajari Total Productive Maintenance (TPM). Didalamnya, terdapat perhitungan dasar yang disebut OEE (overall equipment effectiveness). Hasil perhitungan OEE biasanya digunakan sebagai indikator keberhasilan dalam implementasi TPM Lanjutkan membaca


5S Games – Kasus Sederhana Tentang Manfaat Program 5S

5S adalah langkah-langkah improvement untuk membangun lingkungan kerja yang bermutu di dalam sebuah organisasi sekaligus memelihara lingkungan kerja yang sudah bermutu tersebut, terdiri dari pemilahan (seiri), penataan (seiton), pembersihan (seiso), penjagaan kondisi yang mantap (seiketsu), dan penyadaran diri akan kebiasaan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik (shitsuke) Lanjutkan membaca


Tentang 5S – Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke

Bagi anda yang pernah berinteraksi dengan dunia pabrik tentunya tidak asing dengan istilah 5S. Pabrik yang menerapkan program 5S akan terlihat bersih dan teratur.  Mereka berpikir keadaan yang berantakan akan menyembunyikan masalah. Program 5S dipandang sebagai usaha untuk memunculkan masalah yang selama ini tersembunyi  dari para pemecah masalah (problem solver) Lanjutkan membaca


Definisi-Definisi Waktu untuk Industri

Waktu seperti pedang, jika kau tak memotongnya, ia memotongmu (Ali bin Abi Thalib)

Kutipan di atas menyiratkan bahwa betapa pentingnya waktu, terlebih lagi bagi suatu organisasi bisnis berbasis industri manufaktur. Bagi industri manufaktur, waktu adalah “kesempatan” untuk menghasilkan produk, dan dalam produk itu terdapat keuntungan. Kita ketahui bahwa prinsip ekonomi adalah Lanjutkan membaca


Heijunka dalam Penjadwalan Produksi

Heijunka, perlombaan antara kelinci dan kura-kuraOhno (1988) : “The slower but consistent tortoise causes less waste and is much more desirable than the speedy hare that races ahead and then stops occasionally to doze” (Liker, 2004, Chap.10)

Keunggulan filosofi Jepang diumpamakan seperti perlombaan antara kelinci dan kura-kura. Ohno membuat cerita: kura-kura yang lamban namun konsisten mengakibatkan lebih sedikit pemborosan dan jauh lebih diinginkan daripada kelinci yang cepat dan unggul dalam perlombaan dan kemudian berhenti karena adakalanya mengantuk Lanjutkan membaca


Toyota Production System: Kunci Sukses Toyota Menguasai Dunia

April 2007 lalu, Toyota Motor Corp. mengumumkan perusahaannya telah berhasil mencatat volume penjualan mobil terbesar, mengalahkan penjualan kampiun otomotif nomor 1 di dunia, General Motors (GM). Dalam periode 1 Januari-31 Maret, Toyota berhasil menjual 2.348.000 unit mobil di seluruh dunia. Sementara, pada waktu yang sama, pesaingnya itu hanya menjual 2.260.000 mobil.

Lanjutkan membaca